Posted by: riobm | June 9, 2007

Sulitnya Metode Counter Weight

Copied from rovicky.wordpress.com

ambles.jpgSudah kita ketahui bersama bahwa tinggi tangul LUSI (Lumpur Sidoarjo) yang saat ini sudah mencapai 21 meter. Tanggul ini-pun sudah tidak dapat ditinggikan lagi. Bukan karena tidak mampu atau tidak ada biaya tetapi daya dukung tanah sudah tidak memenuhi syarat lagi.

Beban bukan ambles

Setiap kita menjejakkan kaki ditanah maka akan ada tekanan kebawah. Nah tekanan ini akan ditahan oleh permukaan. Kalau permukaannya tidak tahan maka akan menyebabkan ada jejak telapak kaki. Nah itulah sebabnya mengapa kaki ayam kalau berjalan diatas tanah lunak akan lebih dalam masuk kedalam ketimbang kaki itik atau bebek.

Nah sekarang tengok disebelah ini bagaimana bentuk kaki ayam yang kurus yang menjadikannya sulit berjalan diatas tanah lunak. Sedangkan disebelah kanannya kaki bebek yang menyebabkan bebek lebih mudah berjalan diatas tanah berair. Dan tentusaja kaki bebek ini juga dapat dipakai berenang.

diffsubsidence

Demikian juga gejala yang kita lihat pada bendung atau tanggul sementara yang ada di Porong. Tinggi tanggul yang setinggi 21 meter itu sudah merupakan ketinggian maksimum dari tanggul sehingga tidak terjadi amblesan akibat bebannya sendiri. Overtopping atau luberan yang terjadi saat ini sudah sangat kompleks. Tidak hanya akibat penurunan tanah karena amblesan dari bawah. Namun juga akibat beban dasar tanggul yang sudah mencapai titik maksimumnya.

tanggul_1.jpgKalau saja tanggul kita kecilkan penampangnya maka amblesannya akan semakin besar. Hal ini mirip dengan kaki ayam yang mudah masuk kedalam tanah yang dangkal. Itu seandainya kita ubah dengan konstruksi beton, maka diperlukan sebuah tapak kaki yang lebih besar lagi. Apalagi kalau akan membuat tanggul setinggi 40 meter. Tambahan lagi kalau tanggul itu dibuat dari besi, atau pipa besi seperti yang diusulkan orang Jepang itu.

Potensi masalah konstruksi bendungan besi

tanggul2.jpgTentu kita tahu berapa berat jenis beton, coba dibandingkan dengan berat jenis tanah, dan berat jenis besi. Semestinya sudah bisa dihitung berapa lebar “telapak ceker bebek” yang diperlukan untuk menyangga besi pipa setebal yang diusulkan itu. Semakin tebal tentunya lebar kaki bebeknya juga akan sekamin lebar kan ? Nah inilah yang mungkin akan menjadi potensi masalah ketika besi atau pipa baja raksasa akan dibanggun sebagai tanggul dengan tinggi 40 meter mengelilingi semburan.

Nah kalau menginginkan detilnya tentusaja seperti yang disarankan oleh Pak ADB untuk mencoba teknik GPR (Ground Penetrating Radar) untuk melihat konstruksi bawah permukaan hingga50 meter. Atau dapat juga dilakukan soil boring hingga 50 meter untuk melihat daya dukung tanah sebelum dibuat bangunan diatasnya. Mungkin sekali Kimpraswil sudah memiliki data untuk lokasi sekitar semburan ini ketika membuat Almarhum Jalan Tol Porong.Jadi mestinya timnas eh BPLS sudah bisa membedakan mana penurunan yang terjadi akibat ambles dan mana yang akibat beban kan ? Anda juga tahu kan ?

Tambahan: gambaran gaya-gaya pada tiang pancang

pancang.jpgTiang pancang itu berbeda dengan bantalan (base).

Dalam bantalan seperti yang terdapat pada gambar diatas terlihat adanya Q (merah) yang merupakan beban dari berat tiangpancang. qb adalh gaya tolak dari bawah yang menahan, besarnya tergantung penampang tentusaja.

Lah dalam tiang pancang itu ada Ts (biru) yang merupakan gaya gesek antara tanah dengan tiang pancang. Gaya berwarna biru inilah yang dipakai sebagai penahan.

Sehingga didalam tiangpancang ini bukan hanya luas tiang penampang saja yang dipakai sebagai pendukung. Tetapi justru permukaan dinding yang bergesekan dengan tanah inilah yang menjadi gaya pendukung beban diatasnya.


Leave a response

Your response:

Categories