Posted by: riobm | April 19, 2012

First Trip to US

Akhirnya setelah urusan tiket dan booking hotel kelar, saya dan teman-teman (4 of us) bersiap untuk first trip to US. Sebelumnya saya sedikit khawatir mengenai proses imigrasi yang akan saya hadapi disana. Hasil googling di internet katanya setelah proses imigrasi normal bagi kita yang berasal dari negara2 tertentu termasuk Indonesia akan ada proses imigrasi lanjutan berupa wawancara (katanya sih lebih seperti interograsi) mengenai tujuan kita kesana. Memang US ini bawaannya curiga saja.. US sendiri setelah peristiwa 9/11 sedikit banyak memperketat akses masuk bagi warga negara lain yang akan berkunjung kesana. Salah satu badan yang kemudian banyak berperan adalah TSA (Transportation Security Administration) dan Homeland Security. Peranan TSA bagi traveller nyata adanya, yakni lewat otorisasi mereka untuk memeriksa dan membuka koper-koper yang mereka curigai. Makanya kemudian timbul gembok TSA, jadi mereka tidak harus membuka dengan merusak gembok koper melainkan cukup membukanya dan melakukan pemeriksaan sehingga tidak ada gembok yang rusak. Kabarnya jika koper kita betul dibuka kita akan mendapat selembar kertas yang menginformasikan TSA was here (selamat koper anda sudah dibuka oleh TSA). He2.

Saya berangkat dengan maskapai Emirates dengan rute Jakarta-Dubai selama 5 jam, transit di Dubai selama 1 jam kemudian lanjut Dubai-Houston selama 15.5 jam. Wah hampir seharian duduk di pesawat, sudah kebayang rasanya pantat saya bakal panas. Pada tepat jam 00.40 dini hari saya kemudian boarding dengan EK-359 Boeing 777-300 tujuan Dubai. Pesawat Emirates ini bagi saya merupakan suatu kemewahan walaupun hanya duduk di kelas ekonomi. Maklum orang kampung.. Di dalam kelas ekonomi terdapat 3 lajur yang masing-masing terdiri dari 3 bangku kiri – 4 bangku tengah - 3 bangku kanan. Sepintas mirip garuda dengan adanya touch screen dan remote cable di depan kita namun dengan adanya fasilitas ICE (information, communication dan entertainment) yang lengkap membuat garuda kalah kelas. Film dan lagu yang tersedia dalam fitur E lengkap dari yang lawas hingga terbaru. Sepertinya memang dirancang untuk memanjakan penumpang penerbangan jauh agar tidak bosan. Lewat fitur I terdapat kamera yang bisa melihat posisi depan, samping dan bawah pesawat. Sungguh pesawat yang canggih.

Setelah 5 jam akhirnya kami sampai juga di Dubai International Airport, dengan kode DXB. Sungguh bandara yang besar dan rapi. Tidak terdengar riuh rendah suara penumpang seperti di Cengkareng. Bandara yang maju namun tetap dengan identitas muslim-nya. Musholla dan fasilitas wudhunya betul-betul terjaga. Lain waktu jika transit agak lama saya akan jelajahi bandara ini.

Kemudian pada jam 09.05 pagi penerbangan dilanjutkan dengan EK-211 tujuan Houston. Selama 15.5 jam dalam pesawat tentunya tidak banyak yang bisa dikerjakan. Yah paling nonton film, dengerin lagu, utak-atik ICE, apa lagi. Kalo saya pribadi i’m preparing my 1st jet lag experience dengan memperbanyak tidur karena katanya akibat jetlag itu jadwal tidur kita bakal kacau. Sepertinya tidur bakal menjadi hal yang sulit. 30 menit sebelum mendarat kami diberikan form CBP (US Custom & Border Protection) yang isinya standar-lah custom declare dan arrival – departure form.. Setelah 15.5 jam perjalanan ahirnya sampai juga di George Bush International Aiport Houston, dengan kode IAH. Betul langsung kaget dengan situasinya. Dalam waktu indonesia jika kita berangkat jam 09.05 pagi plus 15.5 jam perjalanan maka diperkirakan kita akan sampai di Houston malam atau dini hari. Tetapi kaget juga ternyata saat sampai jam 16.30 sore hari. Masih siang. Mulai deh mata dikucek-kucek. Ternyata disini 12 jam lebih lambat dari jakarta.. Wow jadi inikah bumi belahan barat yang berbeda siang dan malam dengan kita.

Urus punya urus mengenai imigrasi ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Saya melaluinya tanpa masalah. Teman saya terganjal sedikit masalah karena membawa makanan tradisional yang dia declare di custom form jadi kopernya harus melalui screening ulang. Terlepas dari itu kami semua bisa melalui imigrasi dengan baik tanpa masalah at all. Form arrival saya diambil kemudian saya mendapat potongan lembaran form departure yang harus diserahkan ketika pulang ke jakarta nanti. Kemudian paspor dan lembar visa saya distempel bersebelahan. Selama proses stempel saya memang ditanya-tanya tujuan ke US namun dengan penjelasan yang baik saya tidak mendapat masalah. Sebaiknya dokumen penunjang seperti LOI dan bukti tiket PP dibawa jadi jika ditanya bisa segera menunjukkan. Setelah semua clear si bule bilang .. Well sir.. wellcome to the states. Woalah akhirnya.

Setelah adaptasi dengan bandara jos bus kami segera mencari taksi yang dapat mengantar kami ke penginapan. Dari mbah google memang disarankan kami menyewa mobil namun mengingat capek dan butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan stir kiri kami memilih naik taksi. Keluar bandara kami naik taksi minivan-nya si Okore Eric, imigran dari Nigeria yang sudah lama tinggal di Houston sejak pertukaran pelajarnya 30 tahun yang lalu. Dengan menunjukkan alamat hotel si Eric tanpa kesulitan mengantar kami. Untuk 20 menit perjalanan dengan taksi argo tersebut guess what kami kena ampir $100. Ya ampun ampir 1 juta. Mulai kerasa kapitalisme di US. Finally kami sampai di penginapan di daerah Stafford, Sugarland, Houston, Texas. Beristirahat beberapa hari sambil menyesuaikan jam tidur dan bersiap untuk training.

Hal pertama yang kami liat setiba di Sugarland adalah tidak adanya pejalan kaki, semua naik mobil atau motor (bukan bebek ya tapi Harley Davidson). Dan boil-boil yang beredar di jalanan ngebutnya minta ampun kayak diburu-buru gitu walau ada rambu speed limit tertentu misal 60 mph. Dan tentu saja masalah klasik sebagai orang asia dan muslim, susahnya cari nasi dan makanan halal. Praktis cuma bisa makan telur, kentang, roti dan buah saja. Lemes deh.. Selama 1 minggu pertama disini jadwal tidur masih kacau. Jam 12-3 sore mata ngantuk buanget bawaannya pengen tidur.. Jetlag effect.

But anyway.. Welcome to the USA.

Posted by: riobm | April 17, 2012

Mengurus Visa US

Suatu ketika saya mendapat kabar dari Kantor Pusat bahwa saya akan ditugaskan ke Houston, Texas untuk training selama 3 minggu. Bagi orang dari daerah seperti saya mendengarnya saja saya sudah senang. Saya belum pernah ke US. Bayangan saya tentang US hanya dari film hollywood atau dari apa yang saya lihat di tv. Tentu saja saya excited jika benar-benar jadi kesana. I’m gonna go to Houston. Howdy texas.

Bepergian ke luar negeri bagi saya bukan merupakan hal yang baru. Ini sudah pernah saya lakukan. Bagi penduduk Medan, Aceh dan sekitarnya bepergian ke negara malaysia, singapura untuk berobat ataupun berwisata merupakan hal yang umum karena lebih dekat dan lebih murah daripada ke Jakarta. Termasuk saya. Untuk masuk ke negara yang saya sebutkan tersebut tidak memerlukan visa (bebas visa). Jadi anda tidak perlu mengurus visa untuk bisa kesana, cukup paspor saja. Namun jika anda akan bepergian ke US maka visa mutlak diperlukan.

Berikut pengalaman saya aplikasi visa ke US Embassy di Jakarta.

  • Saya mulai dengan US Embassy Website (http://www.ustraveldocs.com/id_bi/index.html). Semua informasi dan prosedur aplikasi visa ada disana. Bacalah. Agar anda tidak salah pengertian pilihlah bahasa indonesia agar info yang didapat jelas.
  • Isilah form DS-160 sebagai detail identitas pemohon yang diperlukan dalam pengajuan visa. Isilah dengan teliti dan cermat. Sebelum masuk ke pengisian formulir anda diharuskan meng-upload foto dengan backgroud putih. Dulu saya coba upload foto apa saja yang saya punya dengan latar putih namun sayangnya ditolak. Saran saya buatlah foto di studio yang sudah terbiasa membuat foto visa (ukuran 5 cm x 5 cm). Untuk keperluan visa ini saya buat foto di Studio Jakarta, Jalan Sabang, Jakarta Pusat. Jalan Sabang sudah terkenal dengan foto visanya bahkan petugas kedutaan menyarankan kesana (suer saya dengar sendiri dia bilang begitu).
  • Selama mengisi DS-160 siapkan semua dokumen disamping anda seperti KTP, passport, dokumen pihak pengundang ; letter of invitation (LOI), nama dan alamat contact person, alamat selama di USA, dll. Jangan lupa di-save jika khawatir koneksi terputus.
  • Perhatikan jenis visa sesuai keperluan anda (B1, B1/B2, B2 dll).
  • Perhatikan riwayat pendidikan anda dari SMP hingga Universitas. Ketika saya mengisi ini seingat saya ini tidak muncul jadi saya hanya isi yang universitas saja. Hal ini kemudian akan membawa saya dalam masalah.
  • Setelah mengisi semua dan di-submit anda akan mendapatkan lembar konfirmasi dengan barcode (confirmation ID beserta foto) bahwa form DS-160 yang anda isi sudah dinyatakan lengkap. Harap diingat jika sudah disubmit form ini tidak bisa diedit jadi pastikan data yang dimasukkan sudah benar. Print-lah lembar tersebut dan kirim ke email untuk berjaga-jaga jika hilang. Cetaklah lembar ini dalam printer yang bagus agar barcode ini benar-benar bisa terbaca.
  • Bayarlah biaya visa pada bank yang ditunjuk ; Standard Chartered (Stanchart) Bank atau Bank Permata. Saya pilih Stanchart di Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta karena dekat dengan kantor. Biayanya Rp. 1.330.000,-. Anda datang saja kesana dan tanyakan ke petugas mau membayar biaya visa. Petugas akan memberikan anda form MRV (receipt). Isilah dan bayar ke teller. Uang yang anda setor ini adalah Non-Returnable (tidak bisa dikembalikan walaupun anda gagal dalam aplikasi visa). Catat No. Resi yang terdapat pada MRV (USA xxxxxx). No ini akan anda perlukan ketika mengajukan jadwal wawancara. Simpan Dokumen MRV ini.
  • Masih dalam website tersebut terdapat link untuk menjadwalkan wawancara visa. Anda harus membuat account pada link tsb agar tahapan visa ini bisa dipantau. Ketika mengajukan jadwal wawancara masukkan conformation ID dan No. MRV (angka saja, tanpa kata USA). Jadwal wawancara ini baru bisa anda ajukan paling cepat 3 jam setelah anda membayar biaya visa karena ada waktu tunggu untuk memproses data ke sistem.
  • Setelah input No. MRV akan muncul schedule yang bisa anda pilih sesuai waktu anda. Setelah jadwal anda pilih anda akan mendapat lembar konfirmasi wawancara yang terdapat barcode. Juga rencana pengambilan ; dikirim ke home address, office address atau pick up (ambil sendiri). Ketika saya aplikasi visa dulu jadwal wawancara yang tersedia paling cepat 3 hari setelah saya ajukan. Print-lah lembar tersebut dan email untuk backup.
  • Persiapkan dokumen yang diperlukan untuk wawancara. Dokumen yang saya bawa dulu ; Paspor (baru dan lama), Lembar Konfirmasi Wawancara, Form DS-160, Form MRV, LoI (surat undangan), Surat Sponsorship (biaya ditanggung perusahaan), Rekening Koran Perusahaan 3 bulan terakhir, foto copy KK.
  • Wawancara visa. Saya datang ke Kedutaan Amerika di Gambir, Jakarta jam 6 Pagi. Ketika saya datang sudah banyak orang yang antri di bawah flyover gambir. Wawancara harus dilakukan sendiri oleh pemohon atau tidak boleh diwakilkan. Antri-lah sampai antrian membawa anda ke Pos Pemeriksaan I. Disini keberadaan anda dicocokkan dengan daftar wawancara hari ini yang mereka punya. Jika nama anda tidak terdapat pada daftar coba pastikan lagi takutnya nama anda terbalik (misal Saut Lubis jadi Lubis Saut). Kali aja. He2.
  • Setelah lewat Pos I, anda akan memasuki Screening Post. Semua barang elektronik dan metal akan diminta untuk ditinggal. Termasuk hp dan laptop yang harus dalam keadaan mati. Kemudian anda diarahkan ke Pos II yang terdiri dari 3 counter untuk verifikasi awal data anda. Saya lihat dalam kedutaan ada lapangan basket dan dikelilingi pagar tinggi. Kesannya kayak penjara saja. Ha2.
  • Pada Pos II data awal saya diverifikasi oleh Petugas Ibu orang Indonesia. Seperti yang saya takutkan, data DS-160 saya tidak lengkap karena saya tidak mengisi riwayat pendidikan SMP (nama smp, tahun masuk, tahun keluar) dan SMA (nama sma, tahun masuk, tahun keluar). Namun entah karena sudah sering salahnya disitu atau karena masih pagi, ibu tsb berbaik hati meng-unlock data saya dan memperbaikinya. Beruntung saya tidak disuruh keluar untuk memperbaikinya yang mengharuskan saya antri kembali. Sayangnya, hal itu tidak berlaku pada teman saya yang juga mengalami hal yang sama ditambah tidak mengisi data gaji bulanan. Karena salahnya ada 2 setelah DS-160 di-unlock dia diharuskan keluar untuk memperbaikinya lagi. Saran saya jika anda mengalami hal ini jangan panik. Anda bisa perbaiki DS-160 ini via BB atau anda telpon teman di kantor yang terhubung internet dan minta dia input data anda. Seperti yang teman saya itu lakukan. Setelah Pos II saya duduk menunggu panggilan ke Pos III di ruang tunggu dan kami mendapat tanda kelompok atau group dimana saya bersama yang lainnya dikelompokkan.
  • Pada Pos III tiap-tiap pemohon akan diambil data sidik jarinya. Panggilan dilakukan sesuai nama kelompok bukan nama perorangan. Kemudian tibalah the moment of truth. Waktu wawancara.
  • Yang mewawancarai saya Pria Bule yang mencoba ramah dengan menyapa “Selamat Pagi” yang terdengar aneh. Pertanyaan yang ditanyakan ke saya diantaranya ; konfirmasi nama, tujuan apa anda ke USA, berapa lama anda di sana, alamat anda selama di sana, siapa yang membiayai anda, sudah berapa lama anda bekerja di perusahaan sekarang, apa jabatan anda sekarang, berapa gaji anda sekarang, berapa gaji anda ketika pertama kali bekerja di perusahaan sekarang. Pertanyaan yang diajukan sepertinya untuk lebih meyakinkan dia bahwa kita tidak akan terlantar selama disana (dalam kasus saya dibiaya perusahaan) dan jabatan, gaji dan lama kita bekerja sekarang dianggap mapan sehingga akan membuat kita kembali ke Indonesia. He2. Belum tau aja dia..
  • And finally that word comes up from his mouth. Ok, your visa’s approved. Passport saya ditahan dan saya mendapat lembaran putih.
  • Ketika mengambil kembali barang-barang saya, saya bertanya ke petugas dimana saya bisa mengambil visa saya (pick up). Petugas kemudian memberi saya kertas kecil berisi alamat RPX di Casablanca, Jl. Prof. Dr. Satrio. Dekat kantor ternyata..
  • Setelah 6 hari kalender saya mendapat konfirmasi SMS dan email yang menyatakan paspor saya sudah bisa diambil. Besoknya paspor hijau yang telah ditempel visa tersebut baru saya ambil.

Setelah mendapatkan paspor saya kembali barulah saya tenang untuk bepergian ke US. Segera dilakukan pemesanan tiket dan hotel selama disana. What an experience..

Posted by: riobm | June 9, 2007

Sulitnya Metode Counter Weight

Copied from rovicky.wordpress.com

ambles.jpgSudah kita ketahui bersama bahwa tinggi tangul LUSI (Lumpur Sidoarjo) yang saat ini sudah mencapai 21 meter. Tanggul ini-pun sudah tidak dapat ditinggikan lagi. Bukan karena tidak mampu atau tidak ada biaya tetapi daya dukung tanah sudah tidak memenuhi syarat lagi.

Beban bukan ambles

Setiap kita menjejakkan kaki ditanah maka akan ada tekanan kebawah. Nah tekanan ini akan ditahan oleh permukaan. Kalau permukaannya tidak tahan maka akan menyebabkan ada jejak telapak kaki. Nah itulah sebabnya mengapa kaki ayam kalau berjalan diatas tanah lunak akan lebih dalam masuk kedalam ketimbang kaki itik atau bebek.

Nah sekarang tengok disebelah ini bagaimana bentuk kaki ayam yang kurus yang menjadikannya sulit berjalan diatas tanah lunak. Sedangkan disebelah kanannya kaki bebek yang menyebabkan bebek lebih mudah berjalan diatas tanah berair. Dan tentusaja kaki bebek ini juga dapat dipakai berenang.

diffsubsidence

Demikian juga gejala yang kita lihat pada bendung atau tanggul sementara yang ada di Porong. Tinggi tanggul yang setinggi 21 meter itu sudah merupakan ketinggian maksimum dari tanggul sehingga tidak terjadi amblesan akibat bebannya sendiri. Overtopping atau luberan yang terjadi saat ini sudah sangat kompleks. Tidak hanya akibat penurunan tanah karena amblesan dari bawah. Namun juga akibat beban dasar tanggul yang sudah mencapai titik maksimumnya.

tanggul_1.jpgKalau saja tanggul kita kecilkan penampangnya maka amblesannya akan semakin besar. Hal ini mirip dengan kaki ayam yang mudah masuk kedalam tanah yang dangkal. Itu seandainya kita ubah dengan konstruksi beton, maka diperlukan sebuah tapak kaki yang lebih besar lagi. Apalagi kalau akan membuat tanggul setinggi 40 meter. Tambahan lagi kalau tanggul itu dibuat dari besi, atau pipa besi seperti yang diusulkan orang Jepang itu.

Potensi masalah konstruksi bendungan besi

tanggul2.jpgTentu kita tahu berapa berat jenis beton, coba dibandingkan dengan berat jenis tanah, dan berat jenis besi. Semestinya sudah bisa dihitung berapa lebar “telapak ceker bebek” yang diperlukan untuk menyangga besi pipa setebal yang diusulkan itu. Semakin tebal tentunya lebar kaki bebeknya juga akan sekamin lebar kan ? Nah inilah yang mungkin akan menjadi potensi masalah ketika besi atau pipa baja raksasa akan dibanggun sebagai tanggul dengan tinggi 40 meter mengelilingi semburan.

Nah kalau menginginkan detilnya tentusaja seperti yang disarankan oleh Pak ADB untuk mencoba teknik GPR (Ground Penetrating Radar) untuk melihat konstruksi bawah permukaan hingga50 meter. Atau dapat juga dilakukan soil boring hingga 50 meter untuk melihat daya dukung tanah sebelum dibuat bangunan diatasnya. Mungkin sekali Kimpraswil sudah memiliki data untuk lokasi sekitar semburan ini ketika membuat Almarhum Jalan Tol Porong.Jadi mestinya timnas eh BPLS sudah bisa membedakan mana penurunan yang terjadi akibat ambles dan mana yang akibat beban kan ? Anda juga tahu kan ?

Tambahan: gambaran gaya-gaya pada tiang pancang

pancang.jpgTiang pancang itu berbeda dengan bantalan (base).

Dalam bantalan seperti yang terdapat pada gambar diatas terlihat adanya Q (merah) yang merupakan beban dari berat tiangpancang. qb adalh gaya tolak dari bawah yang menahan, besarnya tergantung penampang tentusaja.

Lah dalam tiang pancang itu ada Ts (biru) yang merupakan gaya gesek antara tanah dengan tiang pancang. Gaya berwarna biru inilah yang dipakai sebagai penahan.

Sehingga didalam tiangpancang ini bukan hanya luas tiang penampang saja yang dipakai sebagai pendukung. Tetapi justru permukaan dinding yang bergesekan dengan tanah inilah yang menjadi gaya pendukung beban diatasnya.

Posted by: riobm | June 8, 2007

Demi Jiwa & Penyempurnaanya

Bismillahhirrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Dan bulan apabila mengiringinya,
Dan siang apabila menampakkannya,
Dan malam apabila menutupinya,
Dan langit serta pembinaannya,
Dan bumi serta penghamparannya,
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya,

Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu,
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

(Al Qur’an Surah As-Syams, Surah Ke 91, Ayat 1-15)

Posted by: riobm | June 8, 2007

Freemasonry

Lambang Freemasonry atau Vrijmetselarij.

Freemasonry (bahasa Inggris) atau Vrijmetselarij (bahasa Belanda) adalah sebuah organisasi persaudaraan internasional. Freemasonry pada zaman modern dimulai dengan berdirinya Grand Lodge di London, Inggris pada tahun 1717. Sebagian peneliti Barat berkeyakinan bahwa Freemasonry sebenarnya sudah didirikan di Skotlandia pada abad ke-14, saat Ksatria Templar ditumpas oleh Raja Perancis Philipe le Bel dan Paus Clement V.

Di Skotlandia, Templar ini menyusup ke dalam Serikat Tukang Batu (Mason) dan menguasai gilda-gilda serikat pekerjanya (Loji). Mereka kemudian memproklamirkan diri sebagai Freemasonry, sebuah istilah yang sebenarnya nama lain dari perkumpulan Kabbalah Yahudi-Talmudian.

Dari Eropa, Freemasonry yang terbagi dalam dua kelompok besar (Scottish Rite dan York Rite) menyebar ke seluruh dunia termasuk ke Hindia Belanda.

Maskapai perdagangan Hindia Belanda, VOC, merupakan maskapai perdagangan terbesar dunia kala itu dan dimiliki oleh Freemasonry. Nona Blavatsky dan Colonel Olcott tercatat sebagai orang-orang yang membawa gerakan mistik ini ke Nusantara.

Organisasi ini mengklaim di seluruh dunia mereka memiliki anggota sebanyak 5 juta jiwa. Beberapa gereja eropa melarang umatnya menjadi anggota gerakan ini.

Freemasonry di Indonesia

Di Hindia-Belanda dahulu, rumah pertemuan kaum Vrijmetselarij, dalam bahasa Belanda Loge atau Loji dalam bahasa Indonesia seringkali disebut sebagai “rumah setan”. Sejak zaman presiden Soekarno, gerakan ini dilarang di Indonesia.

Loji-loji Freemasonry ternama di Nusantara tersebar di hampir semua wilayah di Indonesia seperti di Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jawa, Sulawesi, dan sebagainya.

Salah satu yang paling terkenal adalah Adhuc Stat alias Loji Bintang Timur yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat, yang kini dipakai sebagai Gedung Bappenas. Dulu, gedung ini dikenal masyarakat luas sebagai Gedung Setan, karena sering dipakai sebagai tempat pemanggilan arwah orang mati oleh para angota Mason.

DR. T. H. Stevens, seorang sejarawan Belanda, dalam bukunya berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962”, yang edisi bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Sinar Harapan dalam jumlah yang sangat terbatas, banyak memaparkan tentang gerakan dan tokoh-tokoh freemasonry di Indonesia. Tokoh-tokoh Mason Indonesia menurut buku tersebut —yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya— banyak menyangkut nama-nama terkenal seperti Sultan Hamengkubuwono VIII, R. A. S Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, R. M AAA Tjokroadikoesoemo, DR Radjiman Wedyodiningrat, dan banyak pengurus organisasi Boedhi Oetomo. Loji-loji Freemasonry ternama di Nusantara tersebar di hampir semua wilayah di Indonesia seperti di Aceh, Medan, Padang, Palembang, Jawa, Sulawesi, dan sebagainya.

Beberapa anggota terkenal

  • Enrico Fermi
  • Johann von Goethe
  • Louis Armstrong
  • Winston Churchill
  • Beberapa Presiden Amerika Serikat:
    • George Washington
    • Andrew Jackson
    • James Buchanan
    • Abraham Lincoln (dilantik secara anumerta oleh lodge yang telah ia ajukan, dan diingkari, keanggotaan saat mencalonkan diri untuk Senat AS)
    • Andrew Johnson
    • Theodore Roosevelt
    • Warren Harding
    • Franklin D. Roosevelt
    • Harry Truman
    • Lyndon Johnson
    • Gerald Ford
  • Beberapa Tokoh Indonesia:
    • Raden Saleh
    • Dr. Radjiman Wediodiningrat
Posted by: riobm | June 8, 2007

Scientology

Scientology adalah sekumpulan ajaran dan teknik terkait yang dikembangkan oleh pengarang Amerika, L. Ron Hubbard selama sekitar 30 tahun, dimulai pada 1952 sebagai suatu filosofi pertolongan diri-sendiri, perkembangan dari sistem pertolongan diri-sendirinya yang lebih awal, Dianetika. Ajaran ini mengklaim menawarkan suatu metodologi yang eksak (pasti) untuk menolong manusia mencapai kesadaran keberadaan rohaninya melintasi beberapa masa hidupnya dan, pada saat yang bersamaan, untuk menjadi lebih efektif di dunia fisik. Nama “Scientology” juga digunakan untuk merujuk kepada Gereja Scientology yang kontroversial, organisasi terbesar yang mempromosikan praktik Scientology. Gereja ini sendiri adalah bagian dari jaringan korporasi terkait yang mengklaim pemilikan dan wewenang tunggal untuk menyebarkan Dianetika dan Scientology.

Scientology menyatakan bahwa tujuannya adalah “merehabilitasi” thetan (kira-kira setara dengan jiwa) untuk memperoleh kembali keadaannya semula berupa “kebebasan total.” Para jurubicara gereja ini dan praktisinya memberikan kesaksian bahwa ajaran-ajaran Hubbard (yang disebut “Teknologi” atau “Tek” dalam terminoogi Scientology) telah menyelamatkan mereka dari begitu banyak masalah dan memampukan mereka untuk lebih menyadari potensi tertinggi mereka dalam bisnis maupun kehidupan pribadi mereka. Namun, para pengamat luar – termasuk wartawan, anggota parlemen, lembaga-lembaga pemerintahan nasional dari sejumlah negara – telah mencapai kesimpulan tentang Scientology yang sangat bertentangan dengan penggambaran diri Gereja ini. Di antaranya termasuk tuduhan-tuduhan bahwa Gereja ini adalah sebuah usaya komersial tiodak jujur, yang mengganggu para kritikusnya dan secara brutal mengeksploitir anggota-anggotanya.

Meskipun beberapa pakar dan banyak pemerintahan dunia menerima Scientology sebagai sebuah agama yang bonafid, Scientology juga telah digambarkan sebagai pseudo agama, sebuah ajaran sesat atau sebuah perusahaan transnasional.

Posted by: riobm | June 8, 2007

LUSI, Kelalaian Pemboran & Penanganan

Rudi Rubiandini R.S.,
Dosen ITB dan Mantan Ketua Tim Investigasi Independen Lumpur Lapindo

Kejadian Blowout (keluarnya fluida dari dalam bumi ke permukaan tidak terkendali), yang merupakan akibat langsung dari kegiatan pemboran di wilayah Sukowati dan Sidoardjo telah sangat mengagetkan masyarakat, menakutkan, dan tidak jarang memberi trauma seperti halnya kejadian gempa bumi maupun tsunami. Tentu hal ini dapat dilihat sebagai imbal-balik dari kegiatan manusia yang “bermain-main”, dan berusaha mengeksploitasi alam semesta.

Kejadian Blowout selama ini sering terjadi pada industri migas, dan jarang sekali mengakibatkan efek langsung kepada masyarakat, justru keselamatan pekerja yang memang dekat dengan sumber bencana sangat dikhawatirkan. Sehingga peraturan keselamatan kerja bidang migas sangat ketat, dapat kita lihat pada kasus Sukowati maupaun Sidoardjo tidak ada pekerja yang cedera, begitu pula dalam sejarah Blowout Indonesia maupun dunia hanya sedikit mencederai pekerja maupun manusia pada umumnya. Namun dalam kasus Sidoarjo telah mengakikatkan dampak terutama terhadap masyarakat yang sangat signifikan, walaupun pelan tapi pasti, hal ini diperparah dengan sangat lambatnya penanggulangan, baik karena keteledoran maupun karena faktor-faktor non-teknis yang disebabkan ketidak-tegasan dalam perintah serta tugas yang diberikan pada pelaksana di lapangan.

Akibat dari penanganan yang lambat dan lalai seperti ini mengakibatkan efeknya sangat dahsyat dan berlangsung sangat lama, dan akan menjadi sejarah baru dalam dunia migas atau mungkin satu-satunya di dunia, dimana panganan Blowout dilakukan lebih dari setahun.

Dalam statistik dunia sudah ratusan bahkan ribuan kali terjadi blowout, dan di Indonesia menurut catatan penulis dalam 35 tahun terakhir setidaknya telah terjadi blowout sebanyak 17 kali, sehingga hampir setiap 2-3 tahun terjadi kecelakaan Blowout pada saat pengeboran sumur. Bila dibandingkan dengan kegiatan pemboran 300-350 sumur setiap tahun, maka berarti hampir setiap 1000 sumur pemboran terjadi 1 kali kecelakaan blowout.

Disisi lain sejarah menunjukan bahwa seluruh kecelakaan blowout selalu dapat ditanggulangi, ada yang dengan cepat dan ada pula yang bisa berbulan-bulan. Namun kecelakaan bukanlah hanya sebuah angka, tapi mengapa selalu berulang, Apakah kejadian ini sebagai imbalan dari alam kepada kita.

Antara Kecelakaan dan keteledoran

Indikasi awal sebuah Blowout adalah terjadinya kick yaitu masuknya fluida (air, minyak, atau gas) kedalam lubang sumur yang sedang dibor, kemudian kick yang tidak bisa dikontrol akan mengakibatkan fluida mengalir sampai ke permukaan yang dikenal dengan Blowout.

Apabila kick terdeteksi, setiap ahli pemboran sudah dibekali dengan keterampilan Pressure Control untuk menghentikannya. Sehingga seharusnya setiap ada indikasi kick selalu dapat ditanggulangi. Namun munculnya kick seringkali datang dalam waktu yang sangat cepat hanya beberapa menit saja, sehingga bencana Blowout yang sangat tidak diinginkan oleh setiap ahli pemboran bisa terjadi sewaktu-waktu.

Faktor alamiah saat pemboran dilakukan justru sangat dominan dalam kasus kick ini, karena pada saat perencanaan pemboran dimulai para pekerja hanya dibekali dengan prediksi yang dibuat ahli geologi dan geofisik tentang lapisan batuan yang akan ditembus, baik kualitas maupun perkiraan tekanannya, namun alam di bawah tanah dengan posisi ribuan meter tidak ada yang bisa memastikan, oleh karena itu kecelakaan kick dan blowout ini tetap saja terjadi dan mungkin tetap akan terjadi pada pemboran-pemboran sumur migas berikutnya.

Namun Kejadian Blowout dapat dihindari apabila selama pemboran dilakukan dengan penuh kehati-hatian dengan selalu melaksanakan pekerjaan sesuai SOP (Standard Operating Procedure), serta sebelumnya dilengkapi dengan informasi yang baik dari team Geologi dan geofisik.

Penyebab Kick atau blowout

Selama ini Blowout yang dikenal ada tua jenis, yaitu Surface Blowout (SBO) dan Underground Blowout (UGBO), dimana SBO bila fluida keluar melalui lubang pemboran, sedangkan UGBO bila keluar bukan dari lubang pemboran. Penanggulangan untuk SBO jauh lebih mudah dan cepat, tidak jarang dapat dilakukan hanya dalam beberapa jam, namun UGBO akan memerlukan waktu yang cukup lama, bisa mencapai berbulan-bulan.

Kasus di Sumur Sikowati-5 akhir bulan Juni 2006 di Bojonegoro adalah masih dalam tahap Kick, bukan blowout, karena gas yang naik masih dapat terdeteksi sehingga mampu ditangani dan dikeluarkan, kemudian diinjeksikan lumpur yang sesuai dan pemboran dapat diteruskan sesuai rencana semula. Namun bila kick ini tidak ditangani dengan tuntas, tidak dikeluarkan, bisa saja malah terjadi SBO ataupun UGBO yang mengerikan melebihi kasus Sidoardjo dapat terjadi, berutunglah tim Petrochina dengan segera menyelesaikan kick ini dan rnengeluarkan gas dalam annulus lubang sumur dengan terkendali. Adapun gas yang keluar harus dibakar sehingga tidak membahayakan lingkunan dan penduduk, justru akan sangat berbahaya bila dibiarkan lepas ke udara dan tidak dibakar, atau sebaliknya hanya menunggu dan menutup sumur tanpa melakukan apa-apa, justru akan memicu terjadinya SBO ataupun UGBO.

Kasus di Sumur Banjarpanji-1 Sidoardjo pada saat Kick pertama kali terjadi telah ditanggulangi pula oleh team Lapindo, namun karena Pipa pemboran hanya sampai kedalaman 4241 feet (setengah lubang dengan kedalaman 9297 feet) maka masih ada potensi kick lanjutan (kedua, ketiga, dst) dapat terjadi sebelum seluruh lubang terisi dengan fluida lumpur yang memiliki densitas yang melebihi EMW (Equivalent Mud Weight, Tekanan batuan yang dinyatakan dalam satuan berat Lumpur).

Dari Laporan pemboran harian terbaca bahwa memang terjadi penganan yang mengakibatkan tekanan di dalam lubang melebihi tekanan rekah batuan, hal ini bisa terjadi karena sejak kedalaman 3580 feet sampai 9297 feet (5717 feet atau 1750 meter) lubang dalam keadaan terbuka tanpa pipa pelindung yang disebut Casing, sehingga terjadi UGBO. Kekhasan sumur BJP-l adalah, bukan gas atau minyak yang keluar, akan tetapi air asin-panas yang kemudian diperjalanan ke permukaan membawa tanah liat (Shale) sehingga muncul di permukaan sebagai lumpur-panas, maka diperlukan penanggulangan yang khusus.

Kedua kejadian di Jawa Timur ini menyadarkan kita, bahwa teknologi pemboran migas adalah termasuk teknologi yang beresiko kecelakaan sangat tinggi. Kick dan blowout adalah salah satu kecelakaan yang sering dihadapi dalam industri migas diantara puluhan jenis kecelakaan lainnya yang sering muncul.

Resiko Pemboran

Resiko pemboran dapat mengakibatkan kerugian finansial sampai ratusan juta dollar, kerugian lingkungan yang bisa tercemar, dan resiko bisa merenggut nyawa manusia terus berlanjut, namun Pemboran tidak harus dilarang di tempat sulit sekalipun, seperti di tempat yang penuh penduduk, di laut yang sangat dalam, namun pemboran di tempat sulit harus dilakukan dengan standar keselamatan dan keamanan yang tinggi. Hal ini mestinya tertuang dalam suatu dokumen yang mengikat antara pemerintah sebagai wakil masyarakat dengan perusahaan pelaksana, misalnya dalam RPL & RKL atau dalam dokumen tersendiri seperti Contingency Plan atau Emergency Respon Plan (Rencana Tanggap Darurat).

Namun menghindari resiko harus terus diusahakan, mulai dari peralatan yang baik, sampai pekerja yang memiliki keterampilan dan bersertifikat. Sehingga selama para pekerja melakukannya sesuai kaidah keteknikan yang benar. Dalam kasus BJP-1 Faktor terpenting yang melemahkan adalah belum terpasangnya pipa pelindung (casing) yang cukup panjang, dimana terdapat lapisan Shale sepanjang 2520 feet (750 meter) yang terbuka sehingga mengakibatkan pipa pemboran terjepit dan telah menghambat pengangan Kick dengan benar, serta lubang menjadi lebih mudah terpecahkan oleh tekanan di dalam lubang pemboran.

Siapa yang Bertanggung Jawab

Kejadian di BJP-l Sidoardjo jelas merupakan kecelakaan pada proses pemboran, sehingga penanggulangannya wajib dilaksanakan oleh operator pelaksana, sesuai dengan kaidah dalam kontrak kerjasama Migas, yaitu pihak pemerintah menyerahkan konsesi untuk dikelola dengan biaya dan resiko ada pada kontraktor, namun pemerintah akan membayar segala pengeluaran apabila lapangan sudah berproduksi di kemudian hari, namun pengeluaran yang dimaksud adalah pengeluaran dalam rangka memproduksikan migas, bukan kecelakaan akibat keteledoran, apalagi karena selama pelaksanaan sudah diluar dari rencana dan ketentuan yang ada.

Oleh karena itu biaya mematikan semburan bisa saja nantinya dibayar pemerintah dengan skema Cost Recovery (dibayar bila sudah berproduksi), namun beban kecelakaan yang mengakibatkan masyarakat dirugikan harus menjadi tanggung-jawab Lapindo, apalagi jual-beli tanah seluas 600 Ha tentu yang membayar harus Lapindo karena sertifikatnya akan menjadi kepemilikan Lapindo (ini sebagai jula-beli tanah biasa), begitu pula kerugian pengusaha yang terendam, dan reklamasi lingkungan sudah jelas harus ditanggung oleh Lapindo secara bertanggung jawab.

Sekelompok masyarakat ada yang berkeinginan untuk menyatakan kejadian di BJP-1 sebagai “Bencana Alam”, sehingga semua pengeluaran penanggulangan menjadi tanggung-jawab pemerintah, akan sangat menoreh keadilan dan menyakiti hati nurani, semoga kita bersabar atas cobaan yang sedang Tuhan hadapkan di depan kita…Amin.

Posted by: riobm | June 8, 2007

Menahan Lumpur Dengan Bola Beton

Copied from rovicky.wordpress.com

Main gelembung emang asyik banget. Wektu kecil suka sekali main umpluk atau gelembung ini. Terutama pakai sabun dan getah jarak.

Sudah baca tentang sumber-sumber tekanan Lumpur Lapindo (LuSi) sebelumnya kan ? Yok, kita coba gimana mengatasi yang disebabkan oleh gelembung-gelembung gas ini.

tekanan_lusi.jpg

Salah satu yg paling diperlukan dalam mengamati gelembung gas ini adalah asal muasalnya. Ada dua kemungkinan sumber gas ini yaitu, dari gas yang terpreangkap dalam pori-pori. Dalam perminyakan disebut gas trap (gas yang terperangkap). Selain itu ada pula gas yang terlarut dalam cairan disebut dissolved gas.

Kemungkinan pertama dengan adanya gas trap sebagai sumber gas biasanya muncul ketika awal-awal kejadian blowout. Tekanan gas yang sangat tinggi (overpressure gas) selalu menjadi kambing hitam pertama ketika mengalami tendangan pada sebuah sumur. Namun setelah melihat bahwa semburan ini tak henti-henti dalam waktu setahun lebih dengan dbit yang sangat luar biasa ini maka kemungkinan adanya gas yang terperangkap sebagai sumber tekanan menjadi diragukan. Kalau saja gas itu memiliki tekanan tinggi tentunya sudah habis dalam beebrapa bulan saja.

Dahulu air yang diperkirakan terperangkap dalam pori-pori Batugamping Formasi Kujung akan habis adalam waktu sekian bulan saja (3-5 bulan). Namun justru kali ini air yang keluar sudah jauh lebih banyak dari tangki dibawah sana yang diperkirakan ada pada Batugamping Formasi Kujung. Demikian juga gas yang terperangkap, tentunya sudah akan “nggemboss” dan turun tekanannya dalam waktu yang cukup cepat. Kenyataannya semburan juga tidak berhenti hingga sekarang. Dengan demikian hipotesa gas trap (gas terpreangkap) maupun trap water (air yang terperangkap) menjadi lemah saat ini.

Oleh sebab itu sangat mungkin gelembung-gelembung gas yang keluar dari Lusi merupakan gas yang terlarut dalam air ataupun fase gas dari air (uap air /steam) akibat penanasan dari dalam bumi.

Kalau saja gelembung gas itu merupakan fase gas dari air akibat pemanasan maka akan mengikuti grafik fase (P=T) dari air seperti disebelah ini.

Grafik disebelah ini grafik fase dari air. Sebelah kiri sumbu tekanan dalam atmosfer dan skalanya berupa skala logaritmik. Sedangkan kekanan merupakan sumbu temperature. Yang dikiri dingin yang dikanan panas. Coba lihat titik merah yang merupakan titik didih air yaitu 100 °C pada tekanan 1 atmosfer. Jadi pada tekanan rendah maka air akan mendidih dibawah 100 ºC. Garis batas uap dan cair itu menunjukkan titik didih dari air. Diman fase air berubah dari cair menjadi uap.

Perkiraan suhu bawah permukaanLumpur panas ini mengalir dari bawah keatas. Semakin keatas maka temperatur serta tekanannya akan berkurang. Turunnya suhu bisa dilihat disini saat kita mengamati awal kelahiran Lusi. Jadi penurunan suhu bisa diperkitakan dari gambar itu kan ? Dan kita juga bisa melihat tentunya ada titik kedalaman tertentu dimana awal pemunculan gelembung gas ini (bubble point). Dan tentusaja bisa dihitung atau diperkirakan.

Karena keluarnya gas-gas inilah maka kekuatan daya dorong fluida keatas juga cukup besar. Dan seandainya gelembung-gelembung ii terkumpul di rongga dibawah tentunya akan sangat berbahaya, karena menyimpan tenaga dorong keatas karena faktor bouyancy atau daya apung yang cukup besar.

Ingin bukti ?

Coba masukkan balon kedalam air. Tentu akan sangat mudah balon ini akan pingin mengambang hanya karena tekanan udara yang ingin naik keatas. Bahkan sangat mungkin balon itu akan meletus (DOR !) ketika dimasukkan kedalam air bukan ? Kalau ingin tahu besarnya gaya keatas ya mesti belajar lagi hukum Archimides. Ndak usah pakai rumus2 yang susah-susah. Kalau mau nyumbat serius ya baru pakai rumus yang aneh-aneh. Tapi buat kita mendongeng begini pakai rumus yang mudah saja, kan ?

Sekarang kita tahu bahwa ada gaya keatas disebabkan oleh gelembung gas, dan kita tahu adanya grafik hubungan antara tekanan suhu dan pembentukan gelembung (bubble point) dari grafik diatas. Tentunya kalau tekanan itu turun secara cepat maka pembentukan gelombang juga akan semakin cepat. kalau saja kita mampu menghambat atau memperlambat timbulnya gelembung, maka kita telah mengurangi daya dorong keatas.

Bagaimana caranya ?

Salah satu yang sudah dilakukan oleh tim BOLTON adalah dengan menahan jalannya aliran dengan Bola-Bola Beton, sehingga tekanan dibawah masih cukup besar sambil tetap mengalir tetapi menahan pemebantukan gelembung. Kalau bubble point bisa ditunda moga-moga saja debit akan berkurang.

Jadi barangkali beginilah cara kerja BOLTON itu.

Bola-bola ini bentuknya sangat seragam sehingga segalanya bisa menjadi sangat terukur dan diharapkan terkendali. Sekali lagi terukur dan diharapkan terkendali. Namun memang tidak mustahil bahwa dengan batukalipun bisa saja dilakukan asalkan semuanya terukur. Bolton ini bulat-bulat dan licin, sehingga jalannya lumpur hanya dihambat tetapi tidak tersumbat. Seperti yang ditulis dahulu dijelaskan bahwa BOLTON akan menghambat jalannya lumpur.Batukali bentuknya relatif lebih runcing-runcing sehingga pori-porinya akan lebih kecil, dibandingkan dengan bola-bola beton yang bulat-bulat dan licin. Juga karena bentuk batukali itu tidak teratur maka tentunya akan sulit melakukan penghitungan serta simulasi apa yang mungkin terjadi.

Menggunakan BOLTON yang sudah seragam dan terukur-pun belum tentu akan ngefek seperti yang dipikirkan. Termasuk berhentinya 30 menit itu jelas bukan diketahui sebelum dimasukkan bolton, kan ? Hal ini disebabkan karena masih banyak faktor-faktor lain yang harus diperhitungkan. Faktor2 yg belum diketahui ini misalnya bentuk lubang, suhu atau tempertur serta tekanan dibawah sana, sumber air dan material2 lainnya. Juga tidak kalah penting struktur geologi bawah permukaan yang perlu diketahui dengan detil. Dengan demikian potential failure atau kemungkinan kegagalannya jelas masih ada, kan ? Dan sudah dijelaskan disini juga sebelumnya looh.

Batu-kali bisa menyusul.

Saya perkirakan kalau saja Bolton ini mampu mengurangi debit secara perlahan, maka sangat mungkin nantinya batu-kalipun akan aman untuk dimasukkan sebagai pengisi lubang. Sekali lagi kalau nantinya semburan ini sudah dapat “dikendalikan“. Banyak faktor-faktor bawah permukaan yang harus diukur sebelum melakukan tindakan.

Yang dijelaskan diatas harus diingat lagi hanyalah untuk menahan satu dari tiga kemungkinan sumber tekanan lumpur untuk naik keatas. Selain tekanan gas, masih ada dua sumber tekanan lain yang harus dilawan, yaitu tekanan hidrostatis dan tekanan lithostatis.

Posted by: riobm | June 6, 2007

Mungkinkah Relief Well Berhasil ?

Copied from rovicky.wordpress.com

Banyak sekali yg ragu-ragu apakah “relief well” ini masih dapat diandalkan sebagai cara menangani banjir lumpur panas di Sidoarjo ini. Nah saya uraikan beberapa kemungkinan penanganan dengan relief well ini. Apakah benar para ahli dari luar negeri sudah berpengalaman dengan semburan liar seperti yg terjadi di Porong ini ?

Tentunya kawan-kawan sudah mengerti bagaimana terjadinya BlowOut (BO) maupun Underground Blowout (UGBO).

Relief well merupakan metode mematikan sumur yang mengalami semburan liar. Secara mudahnya digambarkan seperti disamping itu.

Warna merah merupakan sumur yg mengalami BO dimisalkan sumur yg miring juga. Warna hijau ‘relief well’nya. Sumur hijau melakukan pengeboran miring tentunya jurubornya harus “titis”/jitu dalam mengarahkan lubang. Bayangin aja dalam jarak 500-1000 meter lokasinya harus mengarahkan ke lubang bor yang hanya 10 inci !. Tidak jarang pengeboran harus dilakukan beberapa kali sehingga dekat dengan lubang sumur yg mengalami BO. Dengan melakukan pengeboran disamping sumur yang BO ini kemudian dipompakan lumpur berat.

General UGBO UGBO yang paling sering terjadi adalah BO pada lokasi dekat “casing shoe”, lubang terbuka paling atas. Loh, kenapa paling atas lubang terbuka ? Di kedalaman ini seringkali dilakukan uji kekuatan batuan atau disebut LOT (leak of Test) juga ada yang disebut FIT (Formation Integrity Test). Test ini untuk melihat seberapa besar daya tahan batuan menahan tekanan. Titik paling atas ini memiliki daya tahan tekanan paling kecil. Tempat jebolnya bisa juga pada kedalaman dimana casing tidak tersemen dengan baik. Sehingga lubang menembus lewat sisi disamping casing seperti yang digambarkan dibawah ini.

UGBO yg terjadi di beberapa tempat seperti di Sumatra Utara beberapa tahun lalu seperti disebelah kiri ini. Ketika lumpur bor dipompa ternyata menyembur disekitar lokasi pengboran. Ketika pompa dimatikan ya tidak terjadi apa-apa. Artinya jebolnya batuan karena tekanan lumpur berat sitambah tekanan akibat dipompa. Salah satu caranya ya dipompakan semen kedalam lubang. dengan beratjenis semen yg besar maka akan kuat menahan tekanan dari bawah, sehingga semen mampu untuk menutup rekahan yg terbentuk. Dan kalau bisa pas semennya nutup.
Case 1

Kalau saja ditangani dengan cara memompakan semen seperti diatas ini tidak berhasil dan problemnya keterusan, maka akan sangat mungkin fluida bertekanan dibawahnya ikutan nendang keatas (kick).

Case 1 ini salah satu yang diduga terjadi di BPJ-1. Coba saja amati adanya “fish“, sisa rangkaian pengeboran yg terjepit didalam casing. Ini menunjukkan kemungkinan casingnya “collapse” dan menjepit rangkaian bor.

Sangat mungkin collapse terjadi akibat penyemenan yang tidak sempurna. Perlu dilihat detil operasi penyemenan dan log semen (CBL-Cement Bond Log) sebelum terjadinya peristiwa kick-UGBO ini.

Ada kemungkinan lain yaitu seperti yang terlihat pada Case 2 dibawah. Yaitu melewati zona lemah dibawah casing shoe diatasnya. Zona lemah ini bisa saja rekahan yg sudah ada sebelumnya, misalnya zona patahan yg terlihat di sekitar sumur BPJ-1 dan disekitar sumur Porong-1.

Case 2Seandainya saja Case 1 atau Case 2 ini yang terjadi di BPJ-1 maka penanganan dengan relief well dapat diharapkan akan berhasil. Itulah sebabnya usaha relief well tetap harus dilakukan. Dan saat ini sudah ada tiga tempat yang diharapkan dapat dipakai sebagi lokasi relief well.

Target yang dapat dipakai untuk mematikan semburan ini ada dibawahnya tentusaja. Tentunya dengan teknik drilling khusus inilah maka design drilling relief well dapat dibuat dengan baik. Tentusaja masih diperlukan bantuan-bantuan ahli geologi dan geofisika dalam menginterpretasi data-data bawah permukaan termasuk seismic serta data-data sumur disekitarnya. mendeteksi kemungkinan Case 1 atau Case 2 supaya targetnya relief well ini tepat sasaran.

Kendala yang mungkin dihadapi seandainya case 2 ini melewati zona rekahan/patahan adalah ukuran serta geometri dari rekahan ini bukan seperti pipa tetapi “bidang”. Tentusaja bidang ini menjadi agak sulit utk ditutup. Walaupun bukan berarti tidak mungkin. Hanya perlu pompa semen yg cukup besar. namun kalau saja masih berujung pada lubang sumur, ya tentusaja masih bisa diharapkan relief well ini akan berhasil, kan ? Berdoa donk !

Case 3Kasus yang paling pelik akan dihadapi seandainya terjadi kasus ke tiga ini. Case 3 sangat mungkin merupakan kelanjutan sebuah UGBO yang sangat parah dimana lubang sumur sudah bukan merupakan jalan keluarnya lumpur. Atau memang sejak awal tidak ada hubungan antara sumur dengan semburan lumpur ini. Tentunya anda masih ingat kemungkinan adanya gejala alam lain (gempa-liquefaction) dimana semburan ini tidak disebabkan oleh pengeboran.

Worse case scenario.

Seandainya digabungkan semua kemungkinan-kemungkinan lubang keluarnya case 1 – 2 – 3, dengan sumber lumpur seperti yg ditulis sebelumnya tentang sumber keluarnya lumpur dari mana ? maka kita menghadapi mission impossible. Hanya saja sebagai manusia, kita tetap harus berusaha dan tidak boleh berputus asa. Kemungkinan-kemungkinan kecil tetap menjadi harapan penyembuhan.

Lah wong ngebor untuk mendapatkan minyak ini juga rata-rata success chance serta succes ratio-nya juga dibawah 10% kok.

namun bukan berarti mengandalkan ke satu cara saja kan ? Menurutku, usaha membuang lumpur serta menyelamatkan penduduk merupakan tujuan terpenting disini. Manusia yg harus dilindungi termasuk yang tinggal jauuh di lain tempat, karena lokasinya kebetulan berada pada urat nadi ekonomi Jawa Timur. Pembuangan lumpur juga harus tepat looh.

Jadi kalau dilihat dari atas kemungkinan besar para ahli dari luar negeri yg didatangkan itu ahli yg berpengalaman “menyembuhkan” kasus 1 atau mungkin sedikit kasus 2. Sedangkan kasus lumpur Sidoarjo ini masih belum jelas yang mana. Kalau hanya kasus 1 tentunya ahli-ahli lokalpun akan sangat mungkin menyembuhkannya, tetapi kalau kasus 2 dimana melewati sebuah patahan ya tentunya menjadi komplikated dan sangat jarang terjadi, apalagi kasus 3.

Posted by: riobm | June 6, 2007

Amblesnya Drilling Rig

Copied from rovicky.wordpress.com

Mungkin ada yg bertanya-tanya bagaiman sebuah drilling rig amblas masuk kedalam bumi. Padahal sepertinya kaki-kaki drilling rig tsb sudah menapak kuat pada tiang pancang dsb. Berikut foto-foto yg saya peroleh dari milist Migas-Indonesia (trims Mas Budi). Sekalian saya berikan sedikit penjelasan grafis bagaimana hal ini bisa terjadi. Proses pengeboran diawali dengan mengebor bagian atas, “upacara” ini sering disebut dengan Spud atau Tajak. Pada saat tajak ini tentunya proses pengeboran masih sangat awal. Karena biasanya batuan paling atas itu seringkali tidak begitu keras, karena lapisan muda atau karena berupa batu yg sudah lapuk. Sehingga seringkali BOP belum dipasang. Dan casing atau selubung yang sudah dipasang-pun seringkali tidak disemen.

Dengan keterbatasan konstruksi sumur pada waktu awal ini tentusaja ada risiko-risiko yg harus ditanggung, misalnya gas-gas dangkal (shallow gas).

Berikut sebuah seri foto-foto tersebut. Tidak ada informasi lokasi pengeborannya tetapi kalau dilihat tanggalnya peristiwa ini terjadi bulan February 2006.

sinkingrig1.jpg

Foto 1. Tanggal 16 Februari 2006. Disini memperlihatkan bahwa anjungan yang sudah ambruk. Terlihat drillfloor (lantai pengeboran) yg relatif bersih, saya rasa tidak terjadi semburan lumpur keatas. Tidak ada lumpur yang menyembur seperti yang terjadi di Banjarpanji-1 Sidoarjo

sinkingrig2.jpg

Foto 2. tanggal 18 Februari 2006. Gambar ini menunjukkan kepala sumur (well head) yg masih utuh. Sepertinya memang tidak ada yg menyembur melalui lubang sumur itu sendiri. Mirip seperti di Sidoarjo dimana kepala sumurnya sendiri aman, namun terjadi semburan diluar lubang sumur.

sinkingrig3.jpg

Foto 3. Tanggal 19 Februari 2006. Drillfloor sudah tidak terlihat lagi, terlihat menaranya sudah ambruk dan sangat kotor. Diperkirakan terjadi semburan lumpur (air bercampur tanah).

sinkingrig4.jpg

sinkingrig5.jpg

Foto 4 dan 5. Hampir semua peralatan pengeboran amblas tenggelam kedalam tanah. Hanya terlihat kepala sumur yg sekarang sudah sangat kotor akibat semburan lumpur. Biasanya lokasi ini akan selalu ditutup karena membahayakan.

Mengapa “Drilling Rig”nya bisa ambles ?

ugbo.jpgugbo_collapse.jpgKarena adanya semburan lewat kiri kanan lubang sumur, biasanya melewati ruang annulus (ruang antara dinding sumur dengan casing). Seperti yg disebut diatas karena masih dangkal ruang ini tidak disemen dan menjadikan ruang paling rawan dan paling lemah menahan tekanan. seburan dari bawah tidak dapat masuk ke lubang sumur akibat adanya lumpur pemboran.

Semburan yg berlangsung terus menerus ini akan mempengaruhi daya dukung tanah (bearing capacity). Karena daya dukungnya berkurang ini yang menyebabkan rig amblas tenggelam. Tanah dibawah karena bercampur dengan gas dan juga air, maka kan berubah menjadi lumpur yang sangat lunak.

Peristiwa amblesnya rig ini hanya berlangsung dalam 3-5 hari saja. Sehingga cukup cepat terjadinya. Mungkin bisa dibayangkan bahwa Drilling Rig yg dipergunakan mengebor sumur Banjarpanji-1 tentunya juga ketakutan mengalami hal ini. Sehingga terburu-buru dipindahkan. Tentunya harus disadari bahwa kehilangan perangkat pemboran (drilling rig) sudah merupakan bagian dari risiko mencari minyak.

Apabila kejadiannya si Laut, kejadian bahaya akan tenggelamnya fasilitas pemboran termasuk Drill Ship. Drill Ship (anjungan pengeboran dalam sebuah kapal) juga sangat mungkin tenggelam akibat semburan liar ini. Drillship adalah anjungan pengeboran sumur dalam (Deepwater Drilling Rig). Seperti yg terlihat dibawah ini sebuah Rig yg tenggelam akibat semburan gas.

Akibat adanya gas yg tercampur dengan air maka densitas dari air akan jauh berkurang. Dan kalau anda masih ingat hukum Arhimedes maka daya angkat air ini menjadi hilang atau berkurang akibat campuran gas. Arhimedes bilang bahwa daya angkat akan berbanding lurus atau sebanding dengan masaa benda cair yg dipindahkan. Massa ini tergantung dari berat jenisnya. Nah kalau air dicampur gas tentunya berat jenisnya sangat kecil dan daya angkatnya juga kecil. Hilangnya daya angkat inilah yg menyebabkan sebuah Drillship juga dapat tenggelam akibat semburan liar.

drillship.jpg

drilshipsink1.jpg

drilshipsink.jpg

(sumber foto internet)

Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.